Selasa, 12 Juli 2011

Interaksi Manusia dan Komputer - Analisis Tugas

BAB I

PENDAHULUAN

Interaksi manusia komputer memiliki titik berat dalam membuat suatu system yang ramah terhadap pengguna atau user. Didalamnya terdapat suatu rumusan analisis tugas yang berfungsi untuk mengidentifikasi keinginan user yang akan dituangkan kedalam sebuah system. Analisis tugas sendiri memiliki pengertian. proses menganalisis bagaimana manusia melaksanakan tugas, apa saja yang mereka lakukan, peralatan yang mereka gunakan, dan hal-hal apa saja yang mereka perlu ketahui.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Analisis Tugas

Ditinjau dari pembentuk katanya, Analisis Tugas berasal dari kata Analisis yang berarti proses pencarian jalan keluar (pemecahan masalah) yang berangkat dari dugaan akan kebenarannya, sedangkan Tugas berarti pekerjaan atau perintah atau melakukan sesuatu fungsi. Jadi, secara harfiah dapat disimpulkan bahwa Analisis Tugas adalah proses pencarian jalan keluar terhadap sebuah pekerjaan.

Menurut pengertian dari sumber lain, Analisis Tugas adalah proses menganalisis bagaimana manusia melaksanakan tugas, apa saja yang mereka lakukan, peralatan yang mereka gunakan, dan hal-hal apa saja yang mereka perlu ketahui. Sedangkan dalam bidang HCI, memiliki pengertian yaitu sebuah studi mengenai cara manusia melakukan tugasnya dengan sistem yang ada. Memeriksa tugas-tugas user untuk mengetahui dengan baik apa yang dibutuhkan user dari interface dan bagaimana mereka akan menggunakannya.

Analisis Tugas memiliki perbedaan dengan teknik lain yaitu memiliki ruang lingkup yang luas. Selain meliputi tugas-tugas yang melibatkan penggunaan komputer, Analisis Tugas juga memodelkan aspek-aspek dunia nyata baik yang menjadi bagian maupun tidak dalam sistem komputer. Misalnya, jika dilakukan Analisis Tugas terhadap pekerjaan pengolah kata (word processing), maka aktifitas mengambil kertas / dokumen dari filing cabinet, mengganti pita atau tinta komputer, memasukkan disket ke dalam drive akan menjadi bagian dari hal-hal yang tercakup didalamnya.

2.2 Tujuan Analisis Tugas

Analisis tugas dalam hal pembuatan sistem berfungsi untuk mendapatkan system yang sedetail mungkin tapi tidak keluar dari prinsip user friendly. Sistem yang dibuat akan dianalisis sehingga memiliki kemampuan yang sespesifik mungkin namun tidak rumit atau malah menyulitkan.

2.3 Istilah dalam Analisis Tugas

2.3.1 Sasaran

Adalah kondisi sistem yang ingin dicapai manusia, misalnya menulis surat atau pergi ke toko.

2.3.2 Tugas

Adalah himpunan terstruktur dari aktivitas yang dibutuhkan, digunakan atau dipercayai sebagai hal penting untuk mencapai sasaran dengan menggunakan perangkat tertentu, misalnya menulis perintah melalui keyboard.

2.3.3 Aksi

Adalah tugas yang tidak mengandung pemecahan persoalan atau komponen struktur kendali, misalnya memindah pointer atau menekan kunci.

2.3.4 Rencana

Terdiri atas sejumlah tugas atau aksi yang disusun dalam suatu urutan.

2.4 Fungsi Analisis tugas

2.4.1 Manual dan pengajaran

Adapun fungsi Analisis Tugas dalam hal manual dan pengajaran, sebagai berikut :

1. Mengajarkan cara melakukan task.

2. Menyusun manual atau materi ajar.

3. Membantu user menjelaskan sistem ke orang lain.

2.4.2 Menangkap kebutuhan dan merancang sistem

Adapun fungsi Analisis Tugas dalam hal menangkap kebutuhan dan merancang sistem, yaitu :

1. Memandu perancangan sistem baru.

2. Membantu perancang dalam memilih model internal untuk sistem yang sesuai dengan harapan user.

3. Meramalkan penggunaan sistem baru.

2.4.3 Merancang detail antarmuka

Adapun fungsi Analisis Tugas dalam hal merancang detail antar muka, yaitu :

1. Mengklasifikasi tugas atau objek yang digunakan dalam perancangan menu.

2. Menghubungkan antara objek dengan aksi atau OOP (Object Oriented Programming).

2.5 Teknik Analisis Tugas

Teknik analisis tugas memiliki ruang lingkup yang lebih luas meliputi tugas-tugas yang melibatkan penggunaan komputer dan memodelkan aspek-aspek dunia nyata baik yang menjadi bagian maupun tidak dalam sistem komputer.

2.5.1 Dekomposisi tugas

Teknik Analisis Tugas umumnya membuat dekomposisi tugas untuk mengekspresikan aksi yang harus dilakukan, seperti pada contoh di atas. Salah satu pendekatan yang sering digunakan adalah Hierarchical Task Analysis (HTA). Output HTA adalah hirarki tugas dan sub-task dan juga plans (rencana) yang menggambarkan urutan dan kondisi (syarat) suatu sub-tugas dilaksanakan.

0. In order to clean the house (mendapat tugas untuk membersihkan rumah)

1. get the vacuum cleaner out (mengambil vacuum cleaner)

2. fix the appropriate attachment (mengatur peralatan pelengkap)

3. clean the rooms (membersihkan ruangan)

3.1. clean the hall (membersihkan ruang utama)

3.2. clean the living rooms (membersihkan ruang tamu)

3.3. clean the bedrooms (membersihkan kamar tidur)

4. empty the dust bag (mengosongkan kotak debu)

5. put the vacuum cleaner and tools away (meletakkan kembali vacuum cleeaner dan alat2)

Plan 0: do 1 – 2 – 3 – 5 in that order

when the dust bag gets full do 4 (jika kotak debu penuh lakukan langkah 4)

Plan 3: do any of 3.1, 3.2 or 3.3 in any order depending on which rooms need cleaning (urutan membersihkan ruangan dari 3.1,3.2 atau 3.3 tergantung pada ruangan mana yang butuh dibersihkan)

Plan 3: do 3.1 every day (membersihkan ruang utama dilakukan setiap hari)

3.2 once a week (membersihkan ruang tamu dilakukan 1x seminggu)

when visitors are due 3.3 (membersihkan kamar tidur ketika ada pengunjung)

Untuk membatasi proses sampai ke tugas yang mendasar, maka perlu diterapkan stopping rule. Sebagai contoh :

0. in emergency (saat keadaan darurat)

1. read the alarms (baca alarm peringatan)

2. work out appropriate corrective action (menyusun tindakan korektif sesuai keadaan)

3. perform corrective action (menjalankan tindakan korektif )

Jika tujuannya untuk menginstal komputer untuk memonitor pabrik maka tugas 1 dan 3 dapat diekspand. Aturan dari stopping rule, salah satunya mengacu pada aturan P X C, dimana P adalah probabilitas dalam melakukan kesalahan dan C biaya kesalahan. Jika P X C dibawah ambang batas maka ekspansi dapat dihentikan.

Contoh:

Membuat secangkir teh.

Hirarki tugas untuk membuat secangkir teh.

Tugas membuat secangkir teh dapat diekspansi menjadi beberapa cangkir teh

Gambar 1. Hirarki tugas membuat beberapa cangkir teh

Dari beberapa contoh di atas dijumpai beberapa plan yang biasanya digunakan, antara lain :

1. Fixed sequence, pada plan 3 selalu dilaksanakan dalam urutan sub-tugas yang sama

2. Optional tasks, pada plan 0 ‘empty pot’ dan pada plan 5.3. ‘add sugar’ mungkin tidak dilaksanakan tergantung dari situasinya.

3. Waiting for events, pada plan 1, harus menunggu ketel sampai mendidih, dan plan 0 menunggu 4 atau 5 menit

4. Cycles, pada plan 5, dimana tugas 5.1. Dan 5.2. Dilakukan berulang-ulang sampai kondisi terpenuhi (tidak ada cangkir kosong lagi)

5. Time-sharing, tugas 1 dan 2 dapat dilaksanakan dalam waktu yang bersamaan

6. Discretionary, pada contoh vacuum cleaning plan 3, urutan tugas yang dilakukan bebas dan dapat tidak dilakukan jika tidak diperlukan (kebersihan rumah tergantung dari pemilik rumah)

7. Mixtures, kebanyakan plan merupakan campuran dari elemen-elemen yang disebut di atas.

2.5.2 Analisis berbasis pengetahuan

Dimulai dengan mendaftar semua objek dan aksi yang terlibat dalam tugas dan kemudian membangun taksonominya, mirip seperti apa yang dilakukan pada bidang biologi: hewan termasuk dalam invertebrata dan vertebrata, hewan vertebrata adalah ikan, burung, reptil, amphibi, atau mamalia, dan seterusnya. Tujuannya untuk memahami knowledge yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas.Pembuatan taksonomi dapat dilihat pada contoh berikut :

Motor controls

Steering steering wheel, indicators

Engine/speed

Direct ignition, accelerator, foot brake

Gearing clutch, gear stick

Lights

External headlights, hazard lights

Internal courtesy light

Wash/wipe

Wipers front wipers, rear wipers

Washers front washers, rear washers

Heating temperature control, air direction, fan, rear screen heater

Parking hand brake, door lock

Radio

Percobaan pertama membuat taxonomy kontrol mobil

Apakah contoh di atas sudah baik ?

Pertimbangannya adalah bagaimana membuat hirarkinya dan bagaimana menggunakannya. Jika analisa perpanjang ke masalah pengemudian mobil, maka dibutuhkan objek tambahan, seperti: instrumen, kunci mobil, sabuk pengaman, marka jalan, mobil lainnya dan lain-lain. Seperti pada HTA, sulit untuk mengetahui kapan harus berhenti maka stopping rule. Prosedur yang terbaik adalah: daftar semua item yang sebisa mungkin, kemudian dipilah mana yang diperlukan dan mana yang tidak (dihapus), setelah itu dikelompokkan ke dalam objek yang ‘mirip’.

Tergantung dari penggunaan analisa tugas yang diharapkan, struktur yang dibangun dapat berbeda, sebagai contoh, untuk menghasilkan manual perbaikan mobil digunakan taksonomi yang berbeda. Keputusan dapat diambil berdasarkan keperluan tertentu, tetapi ada juga tergantung pada kondisi.

Contoh:

Wash/wipe

Front

front wipers, front washers

Rear

rear wipers, rear washers

Ini merefleksikan lebih baik posisinya, tetapi secara logika tidak lebih dari taksonomi sebelumnya. Salah satu teknik analisa tugas untuk deskripsi pengetahuan (TAKD) memakai format taksonomi khusus yaitu task descriptive hierarchy (TDH), dimana taksonomi dapat menggunakan percabangan XOR, AND, dan OR.

Contoh percabangan AND dan XOR:

wash/wipe AND

function XOR

wipe

front wipers, rear wipers

wash

front washers, rear washers

position XOR

front

front wipers, front washers

rear

rear wipers, rear washers

contoh percabangan OR:

kitchen item OR

preparation

mixing bowl, plate, chopping board

cooking

frying pan, casserole, soucepan

dining

plate, soup bowl, casserole, glass

dimana :

XOR : salah satu objek

AND : objek diletakkan dalam beberapa kategori

OR : salah satu atau lebih objek.

TAKD mempunyai aturan yang unik dimana menuntut TDH lengkap yang dapat membedakan dua objek yang spesifik. Hirarki di atas gagal memenuhi syarat tersebut, untuk itu dapat dilihat pada contoh berikut:

kitchen item AND

/_ shape XOR

/ |_ dished

/ | mixing bowl, casserole, soucepan, soup bowl, glass

/ |_ flat

/ plate, chopping board, frying pan

/_ function OR

{_ preparation

{ mixing bowl, plate, chopping board

{_ cooking

{ frying pan, casserole, soucepan

{_ dining XOR

|_ for food

plate, soup bowl, casserole

|_ for drink

glass

dimana: ‘/ | {‘ adalah percabangan AND, XOR dan OR

Tiap objek dapat direpresentasikan oleh jejak khusus dalam hirarki yang disebut knowledge representation grammar (KRG), dimana ‘/’ untuk cabang AND, ‘()’ untuk cabang XOR, dan ‘{ }’ untuk cabang OR.

Contoh:

Kitchen item / shape (flat) / function {preparation, dining (for food)}/

Membacanya:

Kitchen item whose shaped is flat AND its function is preparation OR dining for food. Membuat taksonomi sederhana (TDH) untuk aksi mirip dengan untuk objek.

Contoh :

Kitchen job OR

{ _ preparation

beating, mixing

{ _ cooking

frying, boiling, baking

{ _ dining

pouring, eating, drinking

Analisa yang sama juga dapat dilakukan seperti pada objek, untuk menentukan apakah taksonomi ini sudah mencukupi atau belum.

Perbedaan taksonomi aksi dengan HTA :

a) Pada taksonomi : generisitas, kemiripan tugas sederhana satu dengan lainnya

b) HTA : dekomposisi ‘bagaimana melakukannya’, mengenai urut urutan tugas sederhana untuk melaksanakan tugas tunggal yang lebih tinggi.

Taksonomi objek dan aksi dapat digunakan untuk menghasilkan deskripsi generik dari tugas sederhana.

2.6 Sumber Informasi

Analisis tugas memungkinkan membuat suatu struktur data mengenai tugas dan hasilnya akan baik jika didukung oleh sumber daya yang baik pula. Proses analisis data tidak semata-mata mengumpulkan, menganalisis, mengorganisasikan data dan merepresentasikan hasil namun kadangkala kita harus kembali melihat sumber data tersebut dengan pertanyaan dan cara pandang yang baru.

Adapun beberapa sumber informasi antara lain :

2.6.1 Dokumentasi

Pengumpulan,pengolahan dan penyimpanan informasi suatu kejadian. Dokumentasi yang ada pada suatu organisasi, misalnya buku manual, buku instruksi, materi training dan sebagainya.

2.6.2 Observasi

Peninjauan secara cermat atau pengamatan. Observasi langsung, baik secara formal maupun informal perlu dilakukan jika ingin mengetahui kondisi dari pekerjaan tugas. Hasil dari observasi dan dokumentasi dapat digunakan untuk analisis sebelum memutuskan untuk melakukan data dengan teknik lain yang memakan biaya.

2.6.3 Wawancara

Bertanya kepada seseorang yang ahli pada bidang tugas yang akan dianalisa.

2.6.4 Analisis awal

Setelah data diperoleh, untuk tahap awal dilakukan dengan mendaftar objek dan aksi dasar dengan menelusuri dokumen yang ada.

2.6.5 Pengurutan dan klasifikasi

Beberapa analis melakukan pengurutan dan klasifikasi sendiri namn ada juga yang dibantu oleh ahli berdsarkan bidang analisis.

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Analisis Tugas adalah proses menganalisis bagaimana manusia melaksanakan tugas, apa saja yang dilakukan, peralatan yang digunakan, dan hal-hal apa saja yang perlu diketahui.

Teknik Analisis Tugas memiliki ruang lingkup yang meliputi tugas-tugas yang melibatkan penggunaan komputer dan memodelkan aspek-aspek dunia nyata, baik yang menjadi bagian maupun tidak dalam sistem komputer. teknik analisi tugas terdiri dari dekomposisi tugas dan analisi berbasis pengetahuan

Teknik Analisis Tugas umumnya membuat dekomposisi tugas untuk mengekspresikan aksi yang harus dilakukan. sedangkan analisis berbasis pengetahuan dimulai dengan mendaftar semua objek dan aksi yang terlibat dalam tugas dan kemudian membangun taksonominya, mirip seperti apa yang dilakukan pada bidang biologi.

3.2 Saran

Sebaiknya dalam melakukan analisis tugas, dimulai dari menuliskan dekomposisi tugas kemudian melakukan analisis berbasis pengetahuan

DAFTAR PUSTAKA

Anonim1.http://gunadarma.ac.id. Diakses tanggal 1 Maret 2011.

Dix, et all.2000.Human Computer Interaction.London.Prentice Hall

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar